<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WISE FREEDOM</title>
	<atom:link href="http://wisefreedom.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wisefreedom.wordpress.com</link>
	<description>For Freedom and Wise Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Oct 2011 13:23:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wisefreedom.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WISE FREEDOM</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wisefreedom.wordpress.com/osd.xml" title="WISE FREEDOM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wisefreedom.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HANTU ALIAS MAKHLUK HALUS</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/12/01/hantu-alias-makhluk-halus/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/12/01/hantu-alias-makhluk-halus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 16:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Omyeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisefreedom.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya aku sulit percaya makhluk semacam itu ada. Dulu waktu ada acaranya Hary Panca aku cermati bener apa iya makhluk begituan ada dan ternyata aku sama sekali tak melihatnya ada. Yang aku tahu ada hanyalah paranoidnya peserta uji nyali aja, sedangkan hantunya&#8230;. nggak kelihatan kalau ada. Terus terang ngeri juga sih dengan fenomena yang satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=75&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebenarnya aku sulit percaya makhluk semacam itu ada. Dulu waktu ada acaranya Hary Panca aku cermati bener apa iya makhluk begituan ada dan ternyata aku sama sekali tak melihatnya ada. Yang aku tahu ada hanyalah paranoidnya peserta uji nyali aja, sedangkan hantunya&#8230;. nggak kelihatan kalau ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang ngeri juga sih dengan fenomena yang satu ini, meski aku merasa tak punya alasan untuk percaya. Secara entropologis aku percaya makhluk itu ada sebagai ciptaan pikiran manusia saja. Dulu kakek nenek kita memang bikin bermacam-macam nama hantu supaya anak-anak nggak suka main ke luar rumah malam-malam. Dengan ditakut-takuti ada hantu ini itu atau ada raksasa ini itu anak-anaknya jadi takut keluar rumah. Orang tua jadi lebih mudah mengatur anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya, akhir-akhir ini kok di TV banyak berita anak sekolah kesurupan. Kalau kasusnya cuma satu dua aku berani pastikan, itu karena mental anak-anak itu sedang dirundung masalah. Kalau kasusnya segitu banyak, masa iya memang terlalu banyak anak-anak indonesia yang bermasalah yang meledak menjadi kesurupan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, antara percaya dan tidak percaya saja. Di satu sisi aku nggak percaya, karena nggak pernah lihat sendiri, nggak pernah alami sendiri, juga nggak sesuai dengan hukum rasionalku. Di sisi lain terpaksa kau masih harus tetap percaya, karena ada yang percaya. Jadi nggak jelas ya?</p>
<br />Posted in Omyeng  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=75&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/12/01/hantu-alias-makhluk-halus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PACARAN DAN KEMESUMAN</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pacaran-dan-kemesuman/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pacaran-dan-kemesuman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 18:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Basi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisefreedom.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Kasus beredarnya video mesum baik di internet maupun compact disk (CD), mulai dari Itenas, Sukma Ayu, Alam Terbuka, hingga video-video terbaru semakin memperbanyak inventaris “kasus susila” anak-anak muda negeri ini. Pada dasarnya kasus-kasus serupa sudah banyak terjadi pada masa sebelumnya. Sebelum teknologi multimedia berkembang seperti sekarang, sebagian remaja kita juga ada yang telah melakukan hubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=51&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3 style="text-align:justify;"><a href="http://wiselove.files.wordpress.com/2008/05/23561321866.jpg"><span style="text-decoration:none;"><span></p>
<p></span><!--[endif]--></span></a><span style="font-size:12pt;color:red;"></p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignleft" style="width: 145px"><a href="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/inlove.jpg"><img class="size-full wp-image-52" title="inlove" src="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/inlove.jpg?w=604" alt="YA"   /></a><p class="wp-caption-text">YA</p></div>
<p>Kasus beredarnya video mesum baik di internet maupun <em>compact disk</em> (CD), mulai dari <em>Itenas</em>, <em>Sukma Ayu</em>, <em>Alam Terbuka</em>, hingga video-video terbaru semakin memperbanyak inventaris “kasus susila” anak-anak muda negeri ini. Pada dasarnya kasus-kasus serupa sudah banyak terjadi pada masa sebelumnya. Sebelum teknologi multimedia berkembang seperti sekarang, sebagian remaja kita juga ada yang telah melakukan hubungan seks pranikah (HSP). Bila saat ini video amatir porno merupakan salah satu di antara bukti merebaknya kecenderungan untuk melakukan HSP, di masa lalu kasus-kasus serupa baru diketahui masyarakat bila terjadi kasus hamil di luar nikah (HDL).</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Kasus mesum yang terekam kamera hanyalah puncak gunung es dari fenomena semakin luasnya kecenderungan remaja negeri ini untuk melakukan HSP. Di luar itu tentu ada jauh lebih banyak lagi kasus yang tak terekspose. Sebagian pasangan yang pernah melakukannya mungkin lebih suka merahasiakannya dan membuatnya berlalu setelah melanjutkan ke jenjang pernikahan. Sedangkan sebagian lain yang di kemudian hari ternyata tidak jadi suami-istri memilih menjalani garis hidupnya dengan cara masing-masing.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Banyak pihak menyoroti merebaknya kasus-kasus HSP dengan penuh keprihatinan baik pada kasus yang terpublikasikan maupun tidak. Apalagi bila dikaitkan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut masyarakat negeri ini, yang menilai hubungan sex hanya boleh dan pantas dilakukan dalam ikatan pernikahan. Fenomena HSP memperlihatkan adanya pergeseran budaya masyarakat kita. Paling tidak, hal ini memperlihatkan bahwa apa yang ada di benak para orang tua sebagian sudah tidak lagi sama dengan yang ada di benak anak-anaknya.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Artikel pada bagian ini akan mengajak pembaca mencermati masalah ini dari berbagai segi. Bagian pertama menyoroti dari segi (1) analisis pacaran sebagai fenomena sosial, biologis dan psikologis, dan (2) pacaran di tengah perkembangan nilai-nilai budaya. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;color:navy;">PACARAN SEBAGAI FENOMENA SOSIAL</span></strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;color:navy;">Pengertian</span></strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Belum jelas diketahui dari mana sebenarnya istilah pacar berasal, mungkin bahasa Betawi, Sunda atau yang lain. Pada umumnya pacar diartikan dengan kekasih, yaitu seseorang yang dikasihi di luar atau sebelum pernikahan. Istilah ini dalam bahasa Indonesia sering diungkapkan dengan beberapa itilah atau ungkapan dengan banyak padanan, seperti tambatan hati, belahan jiwa dan sebagainya. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Di Jawa beberapa tahun yang lalu, seseorang yang memiliki hubungan batin semacam itu dahulu diistilahkan dengan d<em>ê</em>m<em>ê</em>nan (orang yang disukai) atau <em>gêndha’an </em>(orang yang dijinakkan perasaannya). Di kemudian hari istilah tersebut populer dengan <em>yang</em>, dan yang melakukannya disebut dengan <em>yang-yangan</em>, berasal dari kata sayang (sayang-sayangan). </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Yang jelas, pacar biasa dipahami sebagai seseorang yang memiliki kedudukan istimewa dalam hati dan secara sadar menjalin hubungan yang secara batin saling memiliki. Sedangkan pacaran berarti menjalin hubungan batin secara khusus atau mengikatkan diri secara batin antar lawan jenis, tanpa atau sebelum terikat dalam satu ikatan perkawinan. Saat ini sebenarnya ada juga orang yang berpacaran dengan sesama jenis, tetapi hal itu lebih baik kita bahas pada bagian lain saja.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;color:navy;">Pacaran dari Sudut Pandang Psikis</span></strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Pacaran terjadi tidak lepas dari perkembangan fisik dan psikis anak manusia yang memasuki masa remaja dan dewasa. Perkembangan fisik dari anak-anak menuju dewasa umumnya disertai dengan perkembangan hormonal yang membuat organ- organ seksualnya berfungsi. Organ-organ dimaksud meliputi kelamin primer, penis dan vagina, dan kelamin sekunder seperti bulu kemaluan, kumis dan buah jakun pada laki-laki, serta payudara pada wanita.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Perubahan fisik tersebut secara simultan mempengaruhi perkembangan psikis, seperti munculnya rasa malu dan ketertarikan pada lawan jenis. Selain makan dan minum, kebutuhan mereka pada masa anak-anak lebih tertuju pada mencurahkan kesenangan melalui bermain dengan benda-benda atau kawan-kawan seusia. Memasuki masa remaja sebenarnya kebutuhan mereka bertambah, yakni memenuhi dorongan seksual yang diakibatkan perkembangan fisik dan kejiwaannya. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Keberadaan dorongan seksual pada dasarnya sama dengan kebutuhan makan dan minum, tetapi selain bersifat biologis, dorongan seksual juga bersifat psikis. Hampir sama dengan kebutuhan makan dan minum, dorongan seksual terkait pula dengan selera dan situasi. Saat lapar sekalipun kita belum tentu mau bila disuruh makan makanan yang tidak biasa kita makan, atau makan di tempat-tempat yang tidak semestinya. Sekalipun setiap anak manusia membutuhkan pemenuhan kebutuhan seksual, namun mereka belum tentu bersedia melakukan hubungan seks dengan sembarang lawan jenis. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Lebih dari sekedar makan dan minum, kebutuhan seks ternyata jauh lebih rumit untuk dipenuhi setiap anak manusia. Pada binatang, kebutuhan seks dapat dipenuhi setiap saat bila seekor binatang menemukan lawan jenisnya. Bila perlu sebagian memenuhinya dengan jalan kekerasan, mengejar lawan jenis, saling rebut pasangan dan sebagainya, sedangkan pada manusia pemenuhan kebutuhan seks ditentukan pula oleh berbagai kebutuhan hidup yang lain, terutama terkait dengan norma budaya yang dianut sebuah masyarakat. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Semakin kompleks budaya masyarakat, maka semakin tidak kompleks pula persyaratan yang harus dipenuhi seseorang untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Masyarakat pada lingkungan budaya tertentu menetapkan kedewasaan, kesiapan mental dan keahlian tertentu bagi seseorang untuk dapat memperoleh pasangan. Setiap pasangan yang dikehendaki juga belum tentu menerima seseorang sebagai pasangannya. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk unik, di mana setiap pribadi selalu mempunyai kepribadian, daya tarik, minat dan selera yang khas. Tidak setiap pribadi tertarik pada pribadi yang lain meski berasal dari lawan jenisnya. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Pada masyarakat dengan budaya yang jauh kompleks seperti saat ini, pemenuhan kebutuhan seksual pada umumnya mensyaratkan beberapa kriteria, seperti kedewasaan, kesiapan ekonomi serta berbagai aturan moral, budaya dan agama. Pada masyarakat tertentu persyaratan tersebut masih ditambah dengan kriteria tertentu, seperti kesesuaian calon pasangan dari segi status sosial, ekonomi, budaya agama dan sebagainya. Pada masyarakat berpendidikan, pernikahan secara tidak tertulis sering mempersyaratkan penyelesaian pendidikan tinggi, sarjana dan pekerjaan yang mapan. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Norma-norma budaya ini dengan sendirinya menjadi “kendala” penyaluran kebutuhan seksual. Bahkan sejak dorongan seksual pertama muncul, pada masa remaja, mereka sudah dihadapkan pada kendala budaya. Saat sekarang masyarakat rata-rata memandang tabu pernikahan anak pada usia remaja, ABG. Padahal secara fisik dan psikis mereka sudah mulai membutuhkan penyaluran dorongan seksual. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Meski demikian dorongan tersebut pada sebagian remaja masih dapat dikenalikan secara psikis, karena perhatian mereka banyak disita oleh keharusan-keharusan hidup yang lain. Pada umumnya, dorongan seksual mereka diredam atau dialihkan oleh keharusan menyelesaikan pendidikan jenjang demi jenjang, lulus UAN atau UASBN, kursus-kursus, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau mencari sekolah favorit. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;color:navy;">Dorongan Seksual dan Kasih Sayang</span></strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Secara fisik pada umumnya setiap anak manusia mempunyai dorongan seksual yang berbeda-beda. Akibatnya, kecenderungan psikis mereka terhadap seks juga berbeda. Selain perbedaan dorongan fisik dan psikis bawaan, perbedaan intensitas perhatian pada keharusan-keharusan hidup menjadikan dorongan seksual anak manusia berbeda-beda. Mereka yang alam pikiran dan kesibukan hidupnya lebih banyak didominasi oleh berbagai kebutuhan di luar seksual, pada umumnya dapat menempatkan kebutuhan seksualitas sebagai kebutuhan yang masih dapat bahkan harus ditunda.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Pada sebagian anak manusia yang memiliki dorongan seksual relatif besar pada umumnya tetap mempunyai perhatian besar terhadap pemenuhan kebutuhan seksual, meski mereka disibukkan oleh tugas-tugas perkembangannya, seperti sekolah, les dan sebagainya. Mereka ini pada umumnya “terganggu” oleh imaginasi-imaginasi seksual dalam berbagai bentuk, seperti hayalan-hayalan romantis, sedang berpacaran atau bahkan berimaginasi tentang hubungan seksual (intim). </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Remaja pada usia ini pada umumnya akan semakin sering menderngar pembicaraan, membaca atau menonton tontotan yang bernada romatis dan sexis. Sebagian remaja umumnya juga sudah biasa membicarakan hal-hal yang berbau seks. Bahkan pada sebagian remaja yang secara fisik, bawaan, memiliki dorongan seksual rendah sekalipun relatif sulit mengindarkan diri dari informasi, pembicaraan, bacaan, lagu-lagu atau bahkan tontonan yang membuat pemenuhan akan kebutuhan seks tetap berkembang. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Mereka bukan berarti tidak memiliki dorongan seksual, tetapi norma-norma hidup membuat mereka memilih menghindarinya. Norma-norma hidup pada umumnya tidak membenarkan mereka melakukan hubungan seksual, meski sebenarnya mereka sudah membutuhkannya. Bahkan sekedar membicarakan, membaca atau menonton tayangan seksual merupakan hal tabu dan terlarang pada mayoritas masyarakat manusia. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Selain kebutuhan biologis, manusia juga memiliki kebutuhan batin, berupa pengakuan, penghargaan, perhatian dan kasih sayang. Ini menjadikan hasrat seksual manusia pada umumnya tersembunyi dan berpadu dengan ungkapan-ungkapan cinta dan kasih sayang. Ini menjadikan kebutuhan seksual manusia pada umumnya terkait erat dengan kebutuhan batin, penghargaan, perhatian dan kasih sayang. Bahkan kebutuhan manusia akan kepuasan batin tersebut tidak jarang mengalahkan kebutuhan seksualnya. Karena itu, banyak dijumpai pasangan yang secara biologis-seksual tidak berfungsi tetapi tetap bertahan. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Berbagai hambatan yang dihadapi anak manusia dalam menyalurkan hasrat seksualnya tersublimasikan ke dalam imaginasi-imaginasi romantis. Imaginasi tersebut pada saat sekarang terbantu terekspresikan melalui lagu-lagu roman, puisi, cerpen, novel dan film. Barangkali lagu romantis lebih banyak mewakili ekspresi tersebut, karena kebanyakan lagu-lagu yang beredar membicarakan hal-hal yang berbau seksual dalam bentuk lain, yakni dari sisi romantikanya. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Buku-buku atau bacaan-bacaan roman, lagu-lagu cinta dan film-film percintaan pada umumnya mampu mengalihkan atau memperhalus hasrat seksual yang bersifat biologis menjadi lebih didominasi oleh hasrat psikis, yakni hasrat mencintai, dicintai dan menjalin ikatan kasih sayang secara batin. Oleh karena itu, mayoritas remaja umumnya memiliki keinginan dan harapan untuk memiliki seseorang yang mencintai dan dicintai. </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:red;">Untuk mengekspresikan kebutuhan inipun tidak semua remaja dapat dengan mudah melakukannya. Perbedaan selera, norma-norma yang dianut dan kesempatan yang dimiliki setiap remaja menjadikan sebagian dengan mudah menemukan pasangan, pacar, sedang sebagian lagi tidak. Mungkin saja sebagian remaja saling tertarik pada yang lain dan dengan mudah menjalin hubungan, sementara sebagian lain meski tertarik mungkin saja tidak berusaha menjalin hubungan. </span></h3>
<p><!-- You can start editing here. --></p>
<br />Posted in Artikel Basi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=51&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pacaran-dan-kemesuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/inlove.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inlove</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pindahan Blog</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pindahan-blog/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pindahan-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 17:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisefreedom.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa sudah setahun mainan blog. Kadang buat terus lupa password buat log in. Yang paling sering memang lupa sama sekali kalau punya blog tertentu, hingga berbulan-bulan nggak pernah di update. Mumpung lagi inget, bismillah kali ini mau coba lebih istiqomah. Di antara posting yang kebetulan inget ya copy paste aja dan bismillah mudah-mudahan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=42&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidak terasa sudah setahun mainan blog. Kadang buat terus lupa password buat log in. Yang paling sering memang lupa sama sekali kalau punya blog tertentu, hingga berbulan-bulan nggak pernah di update.</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung lagi inget, bismillah kali ini mau coba lebih istiqomah. Di antara posting yang kebetulan inget ya copy paste aja dan bismillah mudah-mudahan ini jadi awal dan bukan akhir.</p>
<br />Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=42&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/pindahan-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANTAN GUE</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/mantan-gue/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/mantan-gue/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 17:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Omyeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisefreedom.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang nggak kenal wajah manis imut ini? Eh&#8230; Bahkan yang ngerasa pernah kenal dia pasti tidak hanya pernah kenal wajahnya, tapi juga sekujur tubuhnya saat masih ABG nan seger. Manusia normal manapun pasti ngiler melihat sintal dan segernya pacar gue ini. Pastinya banyak respon muncul menyikapi perannya sebagai Bokep Star di layar-layar internet seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=40&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_57" class="wp-caption alignleft" style="width: 277px"><a href="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/cikaku.jpg"><img class="size-full wp-image-57" title="cikaku" src="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/cikaku.jpg?w=604" alt="HI"   /></a><p class="wp-caption-text">HI</p></div>
<p>Siapa yang nggak kenal wajah manis imut ini? Eh&#8230; Bahkan yang ngerasa pernah kenal dia pasti tidak hanya pernah kenal wajahnya, tapi juga sekujur tubuhnya saat masih ABG nan seger. Manusia normal manapun pasti <em>ngiler</em> melihat sintal dan segernya pacar gue ini.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Pastinya banyak respon muncul menyikapi perannya sebagai Bokep Star di layar-layar internet seluruh dunia. Ada yang sedih melihat fenomena pergaulan remaja <em>Indiche</em> yang sudah begitu bebasnya, ada yang menyayangkan wajah imutnya jadi korban pergaulan dan santapan mata-mata nakal para penyuka Bokep video, termasuk gue (he&#8230; he&#8230; he&#8230;), ada yang senang dan penuh gairah menyambut akting originalnya di layar internet terutama bagi Bokep Hunter, ada &#8230; ada..</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Kita cuma tidak tahu apa yang dipikirkan si imut. Oh ya, mungkin hari ini dia sudah cukup dewasa, lulus SMA, sudah kuliah, merit atau apalah. Yang jelas menurutku, dia adalah sebuah fenomena hidup dan kehidupan yang dari dia kita bisa belajar sesuatu kalau kita mau. Dia mungkin sebuah tsunami moral bagi sebagian orang, dan yang jelas, dia telah jadi bencana bagi nama baik ortunya, tapi tak semua bencana hanya memberikan penderitaan. Bencanapun memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masa-masa sesudahnya. Apalagi soal bencana atau karunia dari peristiwa si imut yang suka emut-emut ini  sangat tergantung pada dari sisi mana kita melihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Memang banyak orang berfikir, setiap orang seharusnya hidup seperti ayah ibu dan manusia terdahulu, yang menempatkan seks dan asmara sebagai kebutuhan dan hanya boleh dilakukan dalam pernikahan saja. Bahkan buat para pelindung anak-anak dan remaja, seks hanya miliki mereka yang sudah berusia di atas 16 atau 18 tahun saja. Hampir tidak ada yang berfikir bahwa seks juga merupakan dorongan instingtif yang bisa muncul sejak masa anak-anak. Seks adalah kebutuhan yang melekat pada diri setiap individu, yang dapat saja muncul kapan saja dan mendesak si empunya jiwa untuk segera dipenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Menurutku, si imut merupakan salah satu manusia yang bahagia untuk urusan ini. Dia termasuk sedikit manusia yang terpenuhi hasrat seksualnya saat pertama kali hasrat itu muncul. Yang lebih bahagia lagi tentu saja si cowok beruntung itu, yang menikmati sisi terindah dunia dari si manis nan imut, yang rambut kemaluannya baru tumbuh, itupun sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Justeru yang menyedihkan sebenarnya kita-kita ini. Bertahun-tahu sejak hasrat itu muncul, kita mesti menahan, menahan, ngempet dan ngempet terus hasrat kita. Kita terpenjara oleh aturan dan norma-norma yang kita buat sendiri. Kita cukup puas hanya dihibur dengan iming-iming &#8220;terbebas dari dosa besar&#8221; dan gelar &#8220;anak baik-baik&#8221;. Padahal pada dasarnya kita &#8220;menderita&#8221; akibat dorongan hasrat tersebut, dan harus menghibur diri dengan mengalihkan perhatian kita dari yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Apa yang dialami mantan gue tuh merupakan jalan hidup, jalan nasib, yang kebetulan tidak saja dengan kita-kita orang. Dia seperti kita-kita juga, hanya saja kesempatan terindah itu kebetulan hadir dalam sejarah hidupnya. Kebetulan juga, nilai-nilai sosial yang dibuat masyarakat kita tidak menghendaki momen terindah dia terjadi, apalagi terekspose sebegitu luas dan terancam dijerat UU Pornografi.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr">
<br />Posted in Omyeng  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=40&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/11/28/mantan-gue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisefreedom.files.wordpress.com/2008/11/cikaku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cikaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam Damai</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/10/05/salam-damai/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/10/05/salam-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 17:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisefreedom.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini saya buat sekedar mengekspresikan gumpalan-gumpalan gagasan, yang sebagian mungkin masuk akal, sebagian lagi mungkin hanya ilusi saja. Bagi yang seide tidak perlu terlalu berbunga-bunga, bagi yang tidak sepaham tak usah pakai demo, apalagi anarkhi. Kebebasan itu indah, tapi tidak selalu dipandang indah. Kita butuh perspektif yang bijak untuk membuatnya lebih indah dan bermanfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=35&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Blog ini saya buat sekedar mengekspresikan gumpalan-gumpalan gagasan, yang sebagian mungkin masuk akal, sebagian lagi mungkin hanya ilusi saja. Bagi yang seide tidak perlu terlalu berbunga-bunga, bagi yang tidak sepaham tak usah pakai demo, apalagi anarkhi.</strong></p>
<p><strong>Kebebasan itu indah, tapi tidak selalu dipandang indah. Kita butuh perspektif yang bijak untuk membuatnya lebih indah dan bermanfaat tentu saja.</strong></p>
<p><strong>I love everythings. I love freedom. I love a wise life.I love my bike. The bike is the way to the freedom. My  bike is my freedom. Let&#8217;s express our freedom, as the way we are.</strong></p>
<p><strong>Peace</strong></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=35&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/10/05/salam-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA DAN KEHIDUPAN</title>
		<link>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/08/05/hello-world/</link>
		<comments>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/08/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 12:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisefreedom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Apa yang manusia cari dalam hidupnya? Tujuan hidup manusia dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kategori. Mungkin saja sebagian dari anda hanya memiliki satu orientasi tujuan hidup. Mungkin pula sebagian yang lain memiliki orientasi pada kelima-limanya. Saya tidak mengatakan bahwa kelimanya menunjukkan tingkatan hidup manusia, meski sangat boleh jadi demikian. Kelima tujuan hidup tersebut adalah: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=1&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa yang manusia cari dalam hidupnya?</strong></p>
<p><strong> </strong>Tujuan hidup manusia dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kategori. Mungkin saja sebagian dari anda hanya memiliki satu orientasi tujuan hidup. Mungkin pula sebagian yang lain memiliki orientasi pada kelima-limanya. Saya tidak mengatakan bahwa kelimanya menunjukkan tingkatan hidup manusia, meski sangat boleh jadi demikian. Kelima tujuan hidup tersebut adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Mencari penghidupan</strong>. Ini merupakan tujuan hidup yang paling dasariah, yaitu mencari makan. Kwajiban hidup manusia pertama adalah berusaha agar dirinya tetap hidup, dengan memenuhi kebutuhan dasarnya, makan. Sebagai kebutuhan dasar, tidak ada satupun manusia yang dapat menghindar dari tujuan hidup yang satu ini.  Persoalannya adalah ketika ada manusia yang hidup dan kehidupannya habis sama sekali untuk memenuhi tujuan hidup yang satu ini. Bahkan ada sebagian manusia yang masih kesulitan memenuhinya.</li>
<li><strong>Mencari kesenangan</strong>. Manusia yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, pangan, manusia membutuhkan kesenangan hidup. Kesenangan tersebut biasanya berupa kepemilikan dan permainan atau pengalaman yang menghibur. Tidak dapat dipungkiri, sebagai manusia kita termotivasi untuk memiliki sesuatu yang menarik dan berharga di mata kita, baik berupa benda hidup maupun benda mati, seperti tempat tinggal, pakaian, kendaraan, binatang bahkan lawan jenis yang menarik hati. Selain itu, manusia juga makhluk yang suka bermain dan menikmati sesuatu dari permainannya, seperti musik, rekreasi, seks dan hal-hal lain yang mampu memberi kesenangan, atau paling tidak dapat membunuh kejenuhan.</li>
<li><strong>Mencari kehormatan</strong>. Hampir satu level dengan kesenangan hidup manusia adalah masalah harga diri. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, sebagian orang tidak dapat merasa puas, karena sebagai manusia mereka butuh dihargai dan dihormati oleh manusia yang lain. Kehormatan sebenarnya termasuk ke dalam satu jenis kesenangan hidup tersendiri. Hanya saja, kehormatan sering kali tidak selalu berarti kebendaan. Bentuk paling dasar dari kebutuhan akan kehormatan adalah kebutuhan manusia akan status sosial. Dengan status tersebut mereka dapat memperoleh pengakuan sosial sebagai &#8220;sesuatu&#8221; yang lebih berharga dibanding yang lain. Dalam praktiknya, kehormatan tidak jarang juga dibutuhkan bagi mereka yang berharap memperoleh kesenangan yang bersifat kebendaan sekaligus.</li>
<li><strong>Mencari kepuasan</strong>. Tujuan yang berikut adalah satu tingkat dibanding kebutuhan sebelumnya. Sebagian manusia tidak berorientasi pada hal-hal yang semata bersifat kebendaan ataupun status sosial. Mereka bekerja keras dan melakukan segala sesuatu semata-mata atas dasar kebutuhan  untuk kepuasan dirinya. Mereka ini biasanya tidak mempedulikan kesenangan bahkan kehormatan di mata orang lain, karena ukuran tercapai tidaknya tujuan hidup berada dalam dirinya sendiri. Termasuk dalam hal ini adalah para seniman yang berkarya tanpa mempedulikan penilaian orang, para pekerja yang tidak peduli pada besarnya gaji yang dia terima,  juga (maaf) para teroris  yang merasa  puas telah  melakukan sesuatu  demi misinya,  meski apapun penilaian orang.</li>
<li><strong>Mencari kedamaian</strong>. Tujuan hidup yang satu ini boleh dibilang lain dari yang lain. Ada sebagian manusia yang tidak tertarik pada makan, minum, kesenangan hidup maupun kehormatan. Mereka memilih menyingkirkan diri dari ambisi hidup yang bagi mereka merupakan belenggu jiwa. Mereka adalah manusia yang merindukan kebebasan batinnya dari belenggu keduniaan. Kebebasan jiwa itulah kebahagiaan sejati bagi dirinya, sebuah keadaan yang diliputi kedamaian dan ketenangan jiwa yang abadi.</li>
</ol>
<p>Meski biasanya tujuan hidup yang terakhir berkembang dalam agama, tapi jangan dikira setiap agamawan selalu identik dengan yang satu ini. Ukuran satu-satunya dari semua ini adalah kejujuran jiwa kita untuk menilai diri sendiri.</p>
<p><strong>Sekarang, renungkan kembali, di manakah posisi anda???</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wisefreedom.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wisefreedom.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisefreedom.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisefreedom.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisefreedom.wordpress.com&amp;blog=4421833&amp;post=1&amp;subd=wisefreedom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisefreedom.wordpress.com/2008/08/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e6d7af09f1f32e5c9917198d6bbae1e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisefreedom</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
